Hari Minggu Adven IV
Brambang Gosong
Secara literal, Brambang gosong berarti bawang merah yang dibakar sampai berwarna hitam (over cooked). Tapi di daerah Jawa Tengah khususnya Wonogiri, istilah Brambang gosong disematkan untuk anak yang belum dilibatkan secara penuh dalam permainan. Dia ada dan ikut lari ke sana kemari tapi nilainya tak diperhitungkan. Dia ikut permainan seperti sepak bola, kasti atau go back so door tapi kehadirannya tak diperhitungkan. Dia ada hanya untuk meramaikan saja karena dianggap masih kecil. Dia ikut di lapangan tapi tidak dilibatkan semacam di”persona non grata”kan. Ada tapi tak dilibatkan.
Saya ingat istilah Brambang Gosong ini karena didalamnya termaktub permenungan tentang keterlibatan.
Dalam karya keselamatan, Allah melibatkan orang-orang pilihanya. Kita diajak terlibat dalam karya keselamatanNya. Kita bukanlah pemain “Brambang Gosong” dalam karya Keselamatan.
Dalam bacaan Injil pada hari Minggu ini Allah melibatkan Bunda Maria dalam karya keselamatan. Bahkan kalau dirunut, ini sudah direncanakan lama, “Sesungguhnya seorang perempuan muda akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan ia akan menamakan Dia Imanuel (Bac I). “Bunda Maria mengatakan ‘ya’ untuk terlibat dalam karya suci ini.
Hari ini kita juga mendengar Santo Yosef diajak terlibat dalam Karya ini. Tadinya Santo Yosef tidak mau terlibat. Ia ingin meninggalkan Maria. Ia ingin menjauh dari Maria. Tetapi melalui mimpi, ia diberitahu bahwa Maria mengandung dari Roh Kudus. Yusuf dilibatkan dalam karya Allah ini. Ia berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan dan ia mengambil Maria sebagai istrinya.
Tema Natal KWI dan PGI pada tahun ini adalah Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga (Matius 1:21-24). Dikatakan disitu bahwa “Keluarga sebagai Pusat Keselamatan: Keluarga Maria dan Yusuf menjadi teladan bagaimana Allah melibatkan keluarga dalam karya penyelamatan, sehingga keluarga Kristiani dipanggil untuk menjadi tempat kehadiran dan kasih Allah.” Disini saya menggarisbawahi bahwa Allah melibatkan keluarga dalam karya penyelamatannya.
KWI dan PGI mengajak umat untuk menjadikan Natal 2025 momentum untuk memperbarui komitmen hidup dalam kasih, menjadikan rumah tangga tempat pemulihan relasi dan penyalaan harapan.
Di mata Allah para pembaca bukanlah Brambang Gosong. Allah mengajak Anda terlibat.
Allah berkarya sampai saat ini. Allah mempunyai ladang misi. Bagi pemuda-pemuda, maukah Engkau terlibat. Maukah bergabung dengan keluarga Xaverian untuk menjadi Imam atau Bruder?
Untuk pemudi-pemudi. Ladang misi menunggumu. Maukah terlibat dalam karya itu untuk menjadi Suster Xaverian, misalnya?
Maukah terlibat dalam Keluarga Karismatik Xaverian, menjadi teman, sahabat, penderma untuk karya misi? Maukah terlibat dalam Awam Xaverian, Paguyuban Awam Xaverian (PAX)?
Kita bersyukur karena dilibatkan dalam karya keselamatanNya. Ia memanggil kita. Dan bagi Xaverian, Panggilan ini sungguh Agung dan Mulia.
Marilah mohon Roh Kudus agar kita mampu semakin terlibat dalam Karya keselamatan Allah ini.
Amin.