Refleksi Tomer: Fr, Paskalis, SX
Tunas Muda Menjadi Pewarta
Fr. Paskalis, SX
Sukacita dan
terharu, itulah perasaan yang muncul ketika saya mengikuti acara wisuda 85
orang mahasiswa STP St. Bonaventura KAM.
Pada Jumat, 18
September 2026, di Hotel Danau Toba International Medan, menjadi sebuah momen
yang begitu mengharukan. Sebanyak 85 pemuda/i Katolik menerima perutusan Missio
Canonica. Mereka diutus sebagai tenaga pastoral baru untuk mewartakan Kerajaan
Allah.
Bagi saya, momen
ini bukan sekadar sebuah wisuda atau perayaan keberhasilan menyelesaikan
pendidikan. Lebih dari itu, ada sebuah panggilan dan perutusan yang
dipercayakan kepada mereka. Setelah melalui proses belajar, pembinaan,
perjuangan, dan berbagai pengalaman selama empat tahun, kini mereka melangkah
memasuki medan pelayanan dengan membawa harapan dan semangat untuk menjadi pewarta
Kerajaan Allah.
Ada sukacita melihat 85 pemuda/i Katolik menyelesaikan perjalanan pendidikannya. Namun, ada pula rasa haru ketika menyadari bahwa mereka kini diutus untuk mengambil bagian dalam karya pastoral Gereja. Mereka sebagai tenaga pastoral muda. Perutusan Missio Canonica menjadi tanda bahwa ilmu dan pengalaman yang telah mereka terima tidak berhenti pada diri sendiri, tetapi dipersembahkan untuk melayani umat dan mewartakan kasih Allah.
Menjadi Pewarta yang Melayani
Rangkaian acara wisuda diawali dengan Perayaan Ekaristi, sebuah momen yang menjadi dasar dan sumber kekuatan bagi seluruh proses perutusan. Perayaan Ekaristi dipimpin secara konselebran dan selebran utama Pastor Michael Manurung, OFMCap selaku Vikjen Keuskupan Agung Medan. Misa berlangsung dengan khidmat dan penuh sukacita. Namun, di balik sukacita itu, terasa pula suasana haru karena 85 wisudawan dan wisudawati tidak hanya merayakan keberhasilan menyelesaikan pendidikan, tetapi juga sedang memulai sebuah perjalanan baru, perjalanan perutusan.
Dalam homilinya, Pastor Michael mengajak para wisudawan dan wisudawati untuk sungguh-sungguh menjadi pewarta Kerajaan Allah di tengah masyarakat, khususnya di tempat mereka nantinya melayani. Perutusan bukan hanya tentang pergi dan bekerja, tetapi tentang menghadirkan Kristus melalui hidup, perkataan, sikap, dan pelayanan.
Pada akhir homilinya, Pastor Michael menyampaikan sebuah pesan yang begitu menguatkan: Tuhan tidak pernah membiarkan mereka berjalan sendirian. Tuhan senantiasa hadir dan menemani perjalanan misi mereka.
Gereja Hadir Harapan Tumbuh
Di antara 85 wisudawan dan wisudawati yang menyelesaikan pendidikan, Seorang muda Erni Met Rani Sidabutar, salah seorang umat Paroki Pinang yang berhasil menamatkan pendidikan S1. Ia anak kedua dari tujuh bersaudara. Selama menempuh pendidikan di STP St. Bonaventura, ia mendapat dukungan dari Gereja Paroki St. Fransiskus Assisi, yang turut menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikannya hingga mencapai tahap ini.
Bagi saya, inilah cara kehadiran Gereja yang
nyata, memberikan dukungan bagi mereka yang membutuhkan bantuan. Dalam artian
Gereja tidak menutup mata terhadap situasi umat yang dilayani. Ketika ada umat
yang mengalami kesulitan, terutama dalam bidang ekonomi, Gereja hadir
memberikan perhatian, bantuan, dan harapan.
Kehadiran ini menunjukkan bahwa Gereja tidak hanya mewartakan kasih Allah melalui kata-kata, tetapi juga menghadirkannya dalam tindakan nyata. Gereja berjalan bersama umat, terutama mereka yang sedang berjuang, agar tidak seorang pun merasa berjalan sendirian.
Saudari Erni akan
menjalankan misi sebagai guru agama Katolik di Sekolah Bintang Kejora yang
dikelolah oleh Paroki St. Fransiskus Assisi Aek Nabara. Semoga kehadirannya
membawa semangat baru bagi orang yang dijumpai dan dilayani. Horas.