Hari Minggu Adven III
Bersukacitalah
Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan.
Minggu Adven III kita rayakan sebagai hari sukacita di mana hari kedatangan rahmat Tuhan akan datang dengan segera. Panggilan untuk bersukacita dan bersiap-siap karena kedatangan Tuhan menjadi pokok permenungan kita pada minggu ini. Dalam pernubuatan nabi Yesaya dan surat Rasul Yakobus kita semua diajak agar mempersiapkan diri lahir dan batin.
Panggilan untuk bersiap tidak bukanlah terwujud dalam rupa dekorasi yang indah, semarak persiapan perayaan natal dan serangkaian kegiatan bertemakan natal melainkan pada kesiapan hati kita untuk benar-benar menyambut Tuhan. Suasanya yang ditawarkan dalam pewartaan minggu Gaudete ini bukan ketakutan, kemalasan, kelemasan, melainkan sukacita penuh pengharapan.
Yesaya menyapaikan bahwa sang Juruselamat akan datang mula-mula kepada umat Israel dan kemudian menyebar ke seluruh dunia. Keadilah dan karya keselamatanNya memancar di antara bangsa-bangsa. Kabar Gembira inilah yang selalu kita nanti-nantikan agar terwujud di dalam hati kita.
Akan tetapi, tidak dapat dipungkiri bahwa dalam menanti jawaban yang kita tunggu, seringkali kita merasa ragu, cemas dan kadang putus asa. Hal demikian terjadi kepada Yohanes Pembaptis. Ia sempat merasa ragu dan bertanya, “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskan kami menantikan orang lain?” Pertanyaan ini menjadi pertanyaan dan permenungan manusiawi kita. Dalam hidup kita yang terus-menerus menanti jawaban Tuhan kita sering dihadapkan pada situasi kelesuan, keterpurukan dan keraguan apakah ini kehendak Tuhan atau bukan. Keraguan adalah manusiawi dan melalui keraguan ini kita diajak untuk beriman dengan sungguh.
Yesus sendiri akhirnya menyatakan bahwa telah banyak tanda-tanda diperbuatnya dan kita diajak untuk percaya. Dalam hidup kita, seringkali kita melihat banyak tanda-tanda dari Tuhan, namun kita tidak memperhatikannya. Kita cenderung terjerumus ke dalam pikiran kita. Daripada mengandalkan Tuhan, kita cenderung mengandalkan diri sendiri.
Semestinya kita sadar bahwa apa yang kita lakukan adalah mengikuti dan melaksanakan kehendak Tuhan. Yohanes Pembaptis sadar akan perutusannya. Ia ingin memastikan dan menemukan jawaban secara langsung.
Sekarang ini, kita adalah para Yohanes Pembaptis yang menyerukan kedatangan Tuhan dan menjadi pewarta kehadiran Tuhan kepada segala bangsa. Akan tetapi perlu kita ingat bahwa segala hal berkaitan tentang pewartaan, Tuhan Yesus sendirilah yang akan selalu mendampingi kita, bahkan mendahului kita untuk menyiapkan jalan bagi kita. Yesus sudah menunggu kita melalui pribadi-pribadi yang mengenalNya dan pribadi-pribadi yang tergerak untuk mewartakan namaNya.