Pesta Keluarga Kudus
Bacaan I: 3:2-6,12-14; Bacaan II Kolose 3:12-21; Bacaan Injil Matius 2:13-15,19-23
Belajar Taat Seperti St. Yusuf
Bapak-ibu serta saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan Kita Yesus. Pada hari ini kita merayakan Pesta Keluarga Kudus yang terdiri dari Yesus, Maria dan Yusuf. Dalam Injil hari ini kita mendengar penginjil Matius menampilkan Yusuf sebagai seorang suami dan ayah yang berusaha untuk menyelamatkan keluarganya.
Dalam ayat pertama Injil hari ini, kita mendengar bagaimana malaikat Tuhan menampakkan diri kepada Yusuf dan meminta dia untuk mengungsi ke Mesir demi menghindari ancaman Raja Herodes. Dalam perikop sebelumnya kita bisa mengetahui bagaimana Raja Herodes begitu terkejut ketika mendengar dari orang-orang majus tentang kelahiran “Raja Orang Yahudi”. Ia merasa terganggu dan melihat kelahiran Yesus ini sebagai ancaman bagi dirinya dan tahtanya. Ia bahkan menipu orang-orang majus ini dengan alasan yang mulia “supaya ia pun dapat datang menyembah Dia”. Padahal tujuan sebenarnya adalah supaya ia dapat menyingkirkan anak yang baru lahir ini. Malaikat sudah lebih dahulu menyingkapkan niat jahat dari Raja Herodes kepada Yusuf.
Yusuf pada malam itu juga membawa Maria dan kanak-kanak Yesus untuk pergi ke Mesir. Yusuf tidak mungkin membawa kanak-kanak Yesus dan Maria ke wilayah Utara; wilayah Yudea, Samaria, Galilea dan sebelah Timur Danau Galilea, karena wilayah itu masih termasuk wilayah kekuasaan Raja Herodes. Maka pilihan yang lebih realistis adalah ke arah Selatan, ke Mesir, menjauh dari kekuasaan Raja Herodes. Dan selain itu dalam PL, kita bisa menemukan bahwa tanah Mesir seringkali menjadi tempat pengungsian bagi bangsa Israel (Kej 42-48; 1Raj 11:40; Yer 26:21; 41:16-18). Sedangkan bagi penginjil Matius sendiri, pengungsian ke Mesir ini adalah penggenapan dari nubuat para nabi dalam PL.
Perjalanan ke Mesir bagi ketiga orang ini tentu bukan sesuatu yang menyenangkan, terutama bagi Yusuf dan Maria sebagai orang tua. Perjalanan ini adalah untuk melindungi anak mereka. Namun menurut permenungan saya, tanggung jawab terbesar pastilah adalah di pundak Yusuf sebagai kepala keluarga. Dialah orang pertama yang harus bertanggungjawab untuk keselamatan istri dan anaknya. Perjalanan ini pun adalah sebuah perjalanan yang panjang, perjalanan lintas bangsa. Dengan profesinya sebagai tukang kayu mungkin Yusuf tidak bisa menyediakan sarana transportasi yang terbaik pada waktu itu misalnya kereta. Tetapi yang pasti adalah Yusuf berusaha melakukan yang terbaik untuk menjaga dan melindungi keluarganya. Yusuf memberikan keteladanan sebagai seorang kepala keluarga yang sungguh-sungguh menjalankan tanggung jawabnya dengan sepenuh hati.
Setelah Raja Herodes mati, malaikat Tuhan kembali menampakkan diri kepada Yusuf dalam mimpi dan meminta dia untuk membawa keluarganya kembali ke tanah Israel. Yusuf pun melakukan perintah malaikat itu. Awalnya Yusuf ingin membawa keluarganya kembali ke Betlehem, kota tempat asalnya karena ia memang berasal dari keturunan Daud. Namun setelah mendengan bahwa Arkhelaus menjadi raja Yudea menggantikan Herodes ayahnya maka Yusuf berubah pikiran. Raja Arkhelaus adalah seorang raja yang terkenal kejam kepada orang-orang Yahudi. Kekejaman Raja Arkhelaus menimbulkan kekhawatiran dalam diri Yusuf akan peristiwa yang pernah mereka alami sebelumnya. Oleh karena itu Yusuf memilih untuk menetap di Nazaret.
Injil pada Pesta Keluarga Kudus ini menunjukkan kepada kita sosok Yusuf yang menjadi teladan bagi para orang tua. Yusuf sungguh-sungguh menjalankan perannya dengan baik sebagai seorang suami dan ayah. Ia menjadi pelindung bagi seluruh anggota keluarganya. Ia rela mengungsikan keluarganya malam-malam dan bahkan rela menempuh perjanan yang panjang dan melelahkan ke Mesir demi menjaga keselamatan keluarganya.
Semoga Santo Yosef menjadi pendoa bagi keluarga kita masing-masing dan senantiasa juga menjaga keluarga kita seperti dia menjaga keluarga kudus Nazaret. Amin
Yonas, SX