PESTA S. MIKAEL, GABRIEL, RAFAEL, MALAIKAT AGUNG
Bacaan I: Daniel 7:9-10.13-14; Mazmur: 138:1-2a.2bc-3.4-5; Bacaan Injil: Yohanes 1:47-51
Pesta S. Mikael, Gabriel, Rafael – Malaikat Agung
Engkau akan melihat malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia
Pada hari ini kita mendengarkan injil
Yohannes 1:47-51, mengenai kisah tentang
pertemuan Natanael dan Yesus. Filipus yang lebih awal bertemu Yesus membawa
Natanael juga kepada Yesus langsung. Mari terlebih dahulu kita kenal siapakah
Natanael ini? Dalam injil Yohannes tersebut dia merupakan salah satu murid
Yesus awal yang berasal dari Kana di Gelilea. Dalam tradisi Gereja dia
diidentifikasikan sebagai orang yang sama dengan Bartolomeus, salah satu dari
kedua belas murid Yesus. Natanael dikenal sebagai orang yang tulus hati, Yesus
sendiri ketika bertemu menyebutnya sebagai seorang Israel sejati, tidak ada
kepalsuan di dalam hatinya (Yoh. 1:47). Namun dia juga bukanlah orang yang gampang
percaya. Ketika Filipus mengatakan
kepadanya “Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab
Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari
Nazaret”. Dan dia menjawab: “Mungkinkah sesuatu yang baik datang
dari Nazaret? (Yoh 1:45-46). Pertemuan langsung dengan Yesus, Natanael
berubah. Ketika Yesus mengatakan bahwa dia telah dilihat di bawah pohon Ara,
Natanael menjadi percaya dan mengakui Yesus sebagai Anak Allah dan Raja orang
Israel (Yoh.1:47-49). Selain itu, Natanael pada akhirnya bukan saja menjadi
murid Yesus tetapi menjadi saksi kebangkitanNya. Dia hadir ketika Yesus
menampakan diri di danau Tiberias (Yoh.21:2).
Di sini kita bisa melihat bahwa sejak awal Natanael adalah
sosok pencari kebenaran. Dikisahkan bahwa dia dilihat oleh Yesus di bawah pohon
ara. “di bawah pohon ara” bagi orang Yahudi dengan daun yang rindang menjadi
tempat yang sejuk dan damai untuk berdoa dan merenungkan kitab suci. Artinya
Natanael kemungkinan jauh sebelumnya sudah sering mencari, merenungkan sosok
mesias. Ketika dia bertemu Yesus dia langsung tahu bahwa sosok yang selama ini
dia cari akhirnya ketemu.
Apa yang bisa kita pelajari dari seorang Natanael? Di sini
kita bisa belajar bagaimana menjadi seorang yang jujur dan tulus dalam
mengikuti Yesus, bagaimana kita tidak memiliki kepalsuan dalam menjalani
panggilan kita sebagai seorang kristiani, menjadi keluarga Katolik sejati,
sebab dalam dunia ini sering kita ditawari bagaimana menjadi sosok yang
berpura-pura demi “keselamatan pribadi”. Kita sering sembunyi dalam tugas-tugas
kita, dalam pangkat dan status sehingga kita tidak menjadi orang yang otentik.
Tugas yang kita emban tidak lagi menjadi sebuah pelayanan bagi orang lain,
tetapi menjadi tempat kita mencari diri dan kepentingan semata. Ketulusan mengikuti Yesus adalah kunci bagi
kita untuk menjadi murid Yesus sejati. Mari kita mulai dari hal-hal sederhana.
Ketulusan hati dalam menjalankan injil dan menaruh iman yang sedikit saja akan
membuka pintu untuk melihat karya-karya Tuhan dalam hidup kita yang jauh lebih
besar, seperti dalam perkataan Yesus kepada Natanael “Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka, dan malaikat-malaikat Allah
turun naik kepada Anak Manusia” (Yoh.1:51).
(Br. Sipri, SX)