HARI MINGGU BIASA III
Bacaan I: Yesaya 8:23b-9:3; Bacaan II: 1 Kor 1:10-13.17; Bac. Injil: Mat 4:12-23
Hari Minggu Biasa III
“Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”
Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, dalam Injil minggu ini Tuhan memanggil para murid pertama untuk mengikuti Yesus. Panggilan para murid mengingat kepada kita semua bahwa Tuhan saat ini juga memanggil kita semua untuk mengikuti Dia dan bekerja demi Kerajaan Allah.
Panggilan Tuhan bukan saja untuk hidup membiara atau imamat, kita harus menyadari bahwa semua orang dipanggil untuk melaksanakan Kehendak Allah agar semua orang bisa menikmati Cinta Kasih-Nya. ,“Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Surga serta menyembuhkan orang-orang di antara bangsa itu dari segala penyakit dan kelemahan mereka.” Mt. 4:23.
Panggilan Tuhan harus dihargai dan ditanggapi, untuk itu perlu mereflesikan beberapa poin agar panggilan Tuhan memotivasi hidup kita:
1. Kesadaran bahwa Tuhan memanggil kamu saat ini.
Ø Apakah saya peduli tentang panggilan Tuhan dalam hidup saya?
Ø Apakah hidup rohani saya dipengaruhi panggilan Tuhan atau saya hanya mau melaksanakan kewajiban agama?
2. Keberanian untuk mingikuti Tuhan.
Ø Apakah saya berani mengikuti Tuhan kalau merasa dipanggil untuk hidup membiara atau imamat?
Ø Apakah saya berani korbankan hobi atau kesukaan saya demi pelayanan gereja?
3. Pertobatan pribadi.
Ø Apakah saya bersedia utamakan hidup rohani ataukah masih terikat pada benda duniawi?
Ø Apa perbuatan konkrit yang saya harus lakukan untuk sebagai bukti hidup baru?
4. Jawaban cepat, tanpa ditunda.
Para rasul setelah mendengar panggilan dari Tuhan, bersegeralah meninggalkan ayah dan pekerjaan mereka untuk mengikuti Yesus.
Apa yang harus saya lakukan untuk respon kepada Tuhan seperti para rasul?
Mengikuti Tuhan tidak mudah, tetapi kalau dalam keluarga ada doa dan orangtua menjaga hidup rohani, pasti Tuhan akan memanggil dan selalu akan ada orang yang bersedia untuk mengikuti Dia dan bekerja demi keselamatan manusia. Marilah kita saling mendoakan supaya kita seperti St. Paulus membawa Injil ke seluruh dunia dan dengan demikian banyak orang bisa menikmati Cinta kasih Allah.