KAMIS PUTIH
Bacaan I: Keluaran 12:1-8.11-14; Mzm 116:12-13.15-16bc.18-18; Bacaan II: 1 Korintus 11:23-26; Bac. Injil: Yohanes 13:34
Tri Hari Suci: Kamis Putih
MENGENANGKAN PERJAMUAN TUHAN
Menjelang saat kepergian-Nya menuju Bapa, Yesus ingin mengadakan perjamuan dengan para murid-Nya. Dalam perjamuan yang dikenal dengan “Perjamuan Terakhir” tersebut, Yesus ingin menunjukkan bukti cinta kasih-Nya kepada para rasul yang sedalam dalamnya. Sekalipun Ia sadar akan penderitaan-Nya, Ia masih menanggalkan jubah untuk membasuh kaki para murid-Nya sebagaimana Ia akan memberikan nyawa-Nya. Dia yang adalah guru, Allah, dan sumber keselamatan bagi semua manusia menunjukkan cinta kasih-Nya dengan melayani para murid dengan membasuh kaki mereka.
Yesus memberikan teladan yang amat besar kepada kita semua. Karena Ia tahu bahwa segala sesuatu telah diberikan kepada-Nya dan Ia berasal dari Allah, Ia memberikan diri-Nya untuk melayani sesama. Teladan cinta kasih inilah yang Ia sematkan kepada para murid agar dilakukan terus-menerus sebagai wujud cinta kasih. Pada perayaan Kamis Putih inilah, kita semua diajak kembali untuk mengambil bagian dalam pelayanan Yesus yang adalah Tuhan dan sekaligus Pelayan Agung. Kita diajak untuk mendalami misteri keselamatan yang mustinya dimulai dari pelayanan yang paling sederhana, bukan pada kemegahan dan kemewahan mukjizat.
Dalam hal ini, seringkali kita melupakan hal yang paling esensi dari iman kita sebagai seorang Kristiani yaitu semangat untuk melayani. Oleh karena itu, hendaknya kita berani untuk saling melayani dan dibasuh oleh Tuhan dalam hidup kita.
Tidak boleh juga kita lupakan bahwa kita pun musti berani dibasuh oleh-Nya. Seringkali mungkin kita merasa tidak layak seperti Petrus yang dibasuh oleh guru dan tuannya. Akan tetapi, melalui pembasuhan inilah kita dipanggil untuk ikut ambil bagian dalam karya keselamatan Allah. Oleh karena itu, kita pun juga mustinya sadar bahwa setiap orang yang melayani kita adalah perwujudan Allah yang tinggal di dalam diri pribadi kita masing-masing dan setiap pribadi yang kita jumpai.
Undangan bagi kita semua adalah hendaknya kita saling melayani dan mengasihi.