MINGGU PASKAH IV

 Bacaan I: Kis 2:14a.36-41; Mazmur: 23:1-3a.3b.4.5.6; Bacaan II: 1 Petrus 2:20b-25; Bacaan Injil: Yoh 10:1-10

MINGGU PASKAH IV

Penemuan Batiniah Akan Anugerah Tuhan

Bapak-ibu serta saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan Kita Yesus Kristus, selamat pagi. Pada hari ini kita sudah memasuki hari minggu paskah keempat dan juga kita rayakan sebagai hari minggu panggilan sedunia yang ke 63 dan tema tahun ini adalah “Penemuan Batiniah akan Anugerah Allah”. Dalam Injil hari ini kita mendengar pengajaran Tuhan Yesus melalui perumpamaan tentang gembala.

Melalui perumpamaan tentang gembala, Tuhan Yesus mau memperlawankan/mempertentangkan antara seorang gembala dan seorang pencuri/perampok. Pada zaman dahulu termasuk pada zaman Yesus, orang biasanya menggembalakan ternaknya dalam jumlah yang banyak dan biasanya berpindah-pindah untuk mencari tempat yang banyak rumputnya. Ketika para gembala ini jauh dari kampung, tidak lagi tersedia kandang yang punya atap, maka beberapa gembala secara bersama-sama akan membuat pagar sekeliling dengan satu pintu utama dan menempatkan ternak mereka di dalamnya. Mereka akan berjaga secara bergiliran. Penjaga kandang akan mempersilahkan seorang gembala masuk untuk mengambil ternak gembalaannya.

Sebaliknya yang bukan gembala atau pencuri pasti tidak akan diizinkan masuk. Maka untuk bisa masuk ke dalam kandang, orang itu harus memanjat pagar atau tembok. Seorang pencuri pasti akan membuat kawanan ternak panik dan lari ketakutan karena mereka tidak mengenalnya. Selain itu tujuan kedatangannya bukan untuk maksud yang baik tetapi dengan maksud jahat; mencuri ternak.

Karena gembala dan ternaknya itu sudah bersama-sama selama beberapa waktu maka sudah terjalin ikatan dan kedekatan di antara mereka. Baik gembala maupuan ternaknya (domba-dombanya) sudah saling mengenal satu sama lain. Meskipun dalam kandang itu banyak ternak lain, seorang gembala tidak mempunyai kesulitan untuk membawa ternaknya (domba-dombanya) keluar karena mereka mengenal suara gembalanya dan gembala pun dapat memanggil ternaknya (domba-dombanya) dengan namanya masing-masing. Hubungan kedekatan dan saling percaya timbal balik inilah yang mau digambarkan Yesus dengan orang-orang yang percaya kepada-Nya.

Seorang gembala akan berjalan di depan untuk menuntun ternaknya dan ternaknya mengikuti suaranya. Selain bertugas menjaga kawanan ternaknya, salah satu tugas utama seorang gembala adalah mencarikan makanan dan minuman untuk ternaknya. Kawanan ternak (domba-domba) hanya bisa menemukan padang rumput dan air kalau mereka setia mengikuti gembala tanpa dibelokkan oleh suara orang yang tak dikenal.

Setelah berbicara tentang gembala, tiba-tiba Yesus menyebut diri-Nya sebagai pintu bagi domba-domba. Keterangan Yesus ini tentu saja membingungkan karena terjadi peralihan yang tiba-tiba. Ketika mengatakan diri-Nya adalah pintu masuk ke kandang domba, Yesus mau menunjukkan bahwa Ia adalah jalan yang sah/benar kepada kawanan domba, dan hanya melalui Dia. Semua orang yang menyusup masuk, tanpa melalui Dia, adalah pencuri dan perampok yang akan membaga kerugian bagi kawanan ternak (domba-domba).

Yesus juga menambahkan bahwa hanya melalui Dia orang dapat keluar-masuk dan akan memperoleh keselamatan. Pintu itu selain berfungsi untuk melindungi kawanan ternak supaya orang jangan bebas keluar masuk begitu saja, pintu itu juga berfungsi untuk membuka jalan menuju keselamatan (padang rumput).

Dalam Injil hari ini, melalui perumpamaan tentang gembala dan pintu, Tuhan Yesus mau menunjukkan kepada kita bahwa Dia adalah gembala yang baik, yang mempunyai tugas untuk menjaga dan menuntun kita kawanan ternaknya (dombanya) sampai kepada padang rumput dan sumber air, yang tidak lain adalah keselamatan. Kita diajak untuk percaya kepada-Nya dan mengikuti suara-Nya. Kenapa? Sebab senantiasa ada resiko bahwa kita bisa disesatkan oleh suara-suara yang lain. Suara ini bisa membuat kita terpisah dari kawanan dan juga membawa bahaya bagi kita. Hanya dengan setia mengikuti Sang Gembala sejati ini, kita akan dibawa kepada jalan yang benar dan sampai kepada keselamatan abadi. Amin.

P. Yonas, SX