MINGGU PASKAH VI
Bacaan I: Kis 8:5-8.14-17; Mazmur: 66:1-3a.4-5.6-7a.16.20; Bacaan II: 1 Petrus 3:15-18; Bacaan Injil: Yoh 14:15-21
MINGGU PASKAH VI
Anugerah Tuhan dalam Sakramen Inisiasi
Sakramen Inisiasi.
Sakramen inisiasi yang terdiri dari 3 sakramen: baptis, krisma dan ekaristi adalah sakramen kepenuhan di mana seorang masuk ke sebagai anggota penuh Gereja Katolik. Dalam Sakramen Baptis, kita dibaptis dengan forma Trinitaris. Dalam sakramen ekaristi, kita dipersatukan dengan Yesus melalui hosti kudus, tubuh dan darah Tuhan kita Yesus Kristus. Melalui Sakramen Krisma, kita menerima Roh Kudus agar kita semakin dewasa dalam iman dan siap untuk mewartakan Injil Tuhan.
Bacaan-bacaan yang kita refleksikan minggu ini memberikan suatu gambaran yang lengkap bagaimana baptis, pencurahan Roh Kudus, dan kesatuan dengan Kristus adalah unsur pokok dalam hidup sebagai seorang Kristiani. Kita juga diperkenalkan dengan konsep hakiki dari tiap-tiap sakramen. Rasul Petrus dalam suratnya menyatakan bahwa tidak cukup hanya membaptis dalam nama Yesus. Ia menambahkan bahwa mereka harus menerima Roh Kudus agar menjadi semakin percaya kepada Allah Bapa dan hal ini menimbulkan efek langsung, yaitu terusirnya roh-roh jahat dalam hidup mereka. Bacaan Injil juga menerangkan bahwa setiap orang mengasihi Yesus sang Putra akan mengasihi Bapa juga. Yesus sendiri juga menegaskan bahwa Ia akan meminta tolong kepada Bapa untuk memberikan penolong yang lain, yaitu Roh Kebenaran. Roh inilah yang memampukan kita untuk mengenal Tuhan lebih dekat. Akan tetapi, lebih daripada itu, bacaan-bacaan Injil pada hari ini mengarahkan kita bahwa jangan ada rahmat yang terbuang percuma sebab rahmat-rahmat yang kita terima, khususnya melalui sakramen-sakramen inisiasi, kita semua diajak untuk masuk dalam persekutuan dengan Dia dan menjadi pewarta Injil Tuhan dalam keseluruhan hidup kita.
Kemudian, menjadi pertanyaan bagi kita. Apakah dengan menerima berkat sakramen tersebut, hidup kita diselamatkan? Apakah hidup kita akan menjadi suci? Tentu jawabannya adalah bisa jadi atau bisa tidak. Mengapa? Berkat sakramen tersebut memeteraikan kita sebagai anak-anak Allah tetapi hal ini tidak serta merta bahwa kita akan memeroleh keselamatan tersebut. Begitu pula dengan hidup kesucian. Kita bisa menjadi orang suci atau bahkan tetap sebagai pendosa. Mengapa? Rahmat itu diberikan oleh Allah secara gratisan akan tetapi dalam menghidupi kesucian dan memeroleh keselamatan kita perlu bekerja dan berusaha. Semua cara yang diberikan untuk memeroleh rahmat itu jelas, yaitu meneladani hidup Yesus. Namun, apabila kita tidak melakukan kehendakNya, apalah gunanya kita menerima rahmat tersebut. Dengan kata lain, jika kita tidak melakukannya, kita tidak menerima rahmat tersebut atau bahkan kita berdosa di hadapan Allah.
Sungguh sangat disayangkan apabila kita yang sudah menerima berkat tersebut malah menyianyiakan hidup kita dengan tindakan-tindakan yang melawan kehendak Allah. Bukannya kita semakin dekat dengan Tuhan malah kita semakin menjauh dari rahmatNya. Oleh karena itu, kita perlu terus-menerus melakukan tindakan tobat sebab panggilan Allah adalah jalan pertobatan menuju cinta kasih Allah. Pertobatan inilah jalan yang ditunjukkan oleh Yesus dalam tindakan-tindakan cinta kasihNya. Memang Yesus tidak bersama-sama dengan kita secara langsung, tetapi Roh Kudus telah dijanjikan kepada kita agar kita mampu mengenali kehendak Dia dan tinggal di dalam kasihNya.
Maka dari itu, marilah kita mohon rahmat agar kita dibimbing, diarahkan dan dikuatkan dalam menjalankan kehendak Dia yang telah mencintai kita sejak dari semula. Tuhan memberkati.