Lalang dan Gandum. Saat keduanya tumbuh dan mencapai ketinggian yang sama, lalang dan gandum sepintas mirip. Keduanya sulit dibedakan meski tidak identik. Keduanya menyedot nutrisi alam yang sama di sekitar tumbuhnya mereka. Maka akan ada persaingan makanan untuk keduanya jika ingin terus hidup, sehat dan menghasilkan buah. Perbedaan utama, adalah di masa panen, output akhir yaitu buah yang dihasilkan, yang menentukan masa depan mereka: dipanen, disimpan, diolah untuk kemudian dijadikan sumber makanan atau dibuang-dibakar-dimusnahkan.
Gandum dan Lalang, dua entitas kehidupan yang eksis di tengah dunia. Dua simbol yang mengingatkan diri kita sebagai manusia yang hidup di alam semesta. Berdampingan, saling sikut-sikutan, kadang berebut, tak jarang fitnah dan manipulasi serta dusta dan kebohongan, berjalan beriring dengan niat, intensi dan motivasi baik. Dua entitas yang juga hadir di relasi keluarga, pergaulan pertemanan, lingkungan kerja kantor, bahkan komunitas pelayanan. Dua realita yang kadang berbungkus kearifan dan kesantunan namun sejatinya hanyalah tipu muslihat berkedok pengorbanan.
Lalang dan Gandum, dua kategori yang Sabda Tuhan hari ini kedepankan mengingatkan kita bahwa hal baik dan hal kurang baik dibiarkan hidup berdampingan. Meski tak cocok untuk hidup bersama, namun sejatinya keduanya tetap dapat hadir di tengah realita kehidupan. Berebut nutrisi alam, berembut panggung untuk tampil mempesona, mirip tapi tak serupa.
Gandum dan Lalang, dibiarkan keduanya untuk tumbuh bersama sampai waktu menuai tiba. Karena pada saat itulah, yang benar mendapatkan ganjaran sementara yang tidak benar mendapatkan hukuman. Mungkin hukum alam tak dapat mengubah entitas lalang menjadi gandum. Tapi kekuatan Rahmat Allah tentu tak berbatas. Marilah kita minta Rahmat tranformasi dari-NYA, agar kita tetap menjadi gandum-gandum yang tumbuh baik. Gandum-gandum yang berkualitas. Mudah-mudahan lewat pupuk dashyat yang diberikan Allah pada kita, ada proses transformasi natural, dari lalang menjadi gandum. Sebuah ilusi spiritual yang mengubah kita menjadi ciptaan baru.