Sakramen Ekaristi adalah puncak perayaan umat Katolik sebab Yesus pernah bersabda,”Lakukanlah ini untuk mengenangkan Daku.” Sejak saat itu, dalam perayaan Ekaristi kita mengenangkan Kristus yang memberikan hidup-Nya bagi keselamatan kita. Bila kita makan Tubuh-Nya dan minum darah-Nya, kita ikut serta dalam karya misteri keselamatan yang ia tawarkan kepada kita.
Tentu hal ini tidak lepas dari pemenuhan janji Allah kepada kita, umat-Nya. Sakramen ini mengajak kita pada persatuan dengan Tuhan dengan mengarahkan diri kepada pertobatan. Pengorbanan Yesus adalah demi pertobatan kita dan keselamatan kita sebab dengan pengorbanan-Nya, kita semua diajak untuk ikut ambil bagian dalam karya tersebut. Pengalaman umat Israel di padang gurun menjadi gambaran bahwa kita semua diberi makan oleh Tuhan. Terkadang memang kita tidak tahu asalnya, tetapi setelah kita merayakan ekaristi, kita mengetahui bahwa apa yang kita rayakan adalah benar-benar dari Tuhan.
Surat Paulus kepada jemaat di Korintus ingin menyatakan keberatannya kepada umat yang sudah percaya. Paulus tidak ingin agar kurban Kristus menjadi sia-sia. Oleh karena itu, ia mengajak para saudara agar benar mengarahkan diri pada Kristus. Setiap orang telah ditebus dengan darah Kristus maka sungguh tidak layak jika seorang yang sudah mulai percaya kepada-Nya tidak menyerahkan dirinya kepada Tuhan. Persembahan yang sejati adalah persembahan kepada Tuhan, bukan kepada ilah-ilah palsu.
Lantas, bagian terakhir yang musti kita kenangkan adalah bagaimana kita yang menyambut Tubuh dan Darah-Nya tetap berpegang teguh pada iman Kristiani? Yohanes merenungkan ajaran Kristus dalam cahaya Roh dan dengan memandang kehidupan Gereja. Seluruh kehidupan Kristus adalah suatu anugerah. Ia memberanikan diri dalam pewartaan iman akan Kerajaan Allah. Ia memberikan hidup-Nya di kayu salib dan dikenangkan dalam ekaristi. Orang yang menerima Tubuh Kristus dengan iman penuh, mengadakan hubungan yang seerat-eratnya dengan Tuhan. Dialah kehidupan. Dialah yang memberikan hidup kekal, yang merupakan jaminan kebangkitan.