Perayaan 75 Tahun Serikat Xaverian di Indonesia
22 Juli 2026, Sumatra Barat.
Hari ini adalah permulaan dari rangkaian acara puncak perayaan syukur 75 tahun kehadiran para misionaris Serikat Xaverian di Indonesia. Seluruh tamu undangan, keluarga kharismatik Xaverian dari berbagai daerah, para rekan perjalanan misi dan para misionaris Xaverian baik yang masih dalam masa pembinaan ataupun yang sudah menjalankan misi di berbagai tempat berkumpul bersama untuk mengadakan napak tilas di beberapa paroki yang pernah dilayani dan masih dilayani oleh para misionaris Xaverian hingga hari ini. Perjalanan dimulai di lapangan parkir paroki St. Fransiskus Asisi – Padang Baru.
Disambut pagi yang cerah dan senyum merekah dari para peserta kegiatan Napak Tilas, suasana kekeluargaan dan penuh syukur menjadi ungkapan bahwa Tuhan sendiri memberikan jalan bagi kami untuk berziarah bersama meskipun pada awalnya kami sempat was-was jikalau terjadi hujan. Hari yang cerah juga menjadi harapan akan masa depan yang lebih terang bersama dengan para peziarah dan Tuhan sendiri yang mendampingi perjalanan kasih kami.
Tepat pukul 07.00 WIB, kami meninggalkan lapangan parkiran paroki menuju tempat peziaran kami yang pertama, yaitu Paroki St. Fidelis a Sigmarinda – Payakumbuh. Tidak lupa juga di dalam perjalanan, di dalam bus kami masing-masing kami menikmati kebersamaan dengan saling mengenal satu sama lain, saling bercerita pengalaman dan karaoke meriah dari para peserta napak tilas. Jumlah peziarah yang mengikuti acara ini diperkirakan mencapai 350 orang.
PAROKI ST. FIDELIS A SIGMARINDA -PAYAKUMBUH
Tiba sekitar pukul 10.00, kami langsung disambut hangat oleh pastor paroki, Rm. Suhud, SX beserta dewan paroki. Di sana kami berjumpa dengan rombongan ziarah Napak Tilas dari Pekanbaru. Suasana hangat dan keakraban meskipun diguyur hujan tidak membuat kami merasa lunglai, justru hal ini menjadikan kami bersyukur karena anugerah Allah yang memberikan hidup di sekitarnya.
Setelah sambutan hangat, kami melanjutkan kegiatan kami dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Rm. Suhud, SX, sementara itu homili dibawakan oleh Rm. Sudar, SX. Dalam homilinya beliau menyatakan bahwa kita semua berkumpul di sini karena memiliki semangat kekeluargaan dengan para Xaverian bukan karena merasa keengganan.
Seusai perayaan Ekaristi, kami makan siang bersama sembari mendengarkan lantunan karaoke dan juga penampilan dari para frater dan beberapa peserta Napak Tilas. Inilah pesta dan inilah kebersamaan yang membuat kami semakin mengenal satu sama lain. Nampaklah di sini sepercik kehangatan dan juga semangat dari sang pendiri Serikat Xaverian, Santo Guido Maria Conforti yang bermimpi menjadikan dunia satu keluarga.
Paroki St. Petrus Claver – Bukittinggi
Di paroki yang hampir berusia 100 tahun ini, kami melanjutkan perjalanan. Meskipun rintik gerimis melanda, kami tidak kehilangan semangat, justru rasa kedekatan kami satu sama lain menjadi penghangat bagi kami. Maka, nampaklah bagi kami sebuah nostalgia tentang lagu “gereja tua”.
Sesampainya di Gereja, kami mendengarkan cerita tentang sejarah paroki yang dibawakan oleh Pastor Manuel, SX. Selain menceritakan tentang sejarah paroki beliau juga menjelaskan tentang kondisi terkini terkait perkembangan paroki.
Hadir sebagai garam dan terang sebagai kaum minoritas tidaklah mudah, perlu perjuangan untuk mempertahankan iman dan juga kesetiaan kepada Allah melalui GerejaNya yang hadir di dunia ini. Kita semua berharap bahwa napak tilas ini tidak hanya sekedar jalan-jalan, melainkan sebagai sarana untuk mengenal satu sama lain dan mendalami spirit dan kharisma Xaverian yang telah melayani Gereja di Indonesia ini selama 75 tahun.
PERJALANAN NAPAK TILAS DAN KEHADIRAN SERIKAT XAVERIAN DI INDONESIA TIDAK BERHENTI DI SINI MELAINKAN TETAP BERLANJUT
Setelah mengenal komunitas pelayanan para misionaris Xaverian di Bukittinggi dan Payakumbuh, kebersamaan dan kehangatan tidak berhenti di situ. Kami juga disambut hangat oleh para panitia untuk makan malam, sate Padang di komunitas Himpunan Bersatu Teguh (HBT) di Padang Panjang. Meskipun ada perbedaan keyakinan (agama) di antara kita, hal ini tidak menjadi pemisah, melainkan suatu bentuk dialog antaragama yang menguatkan dan mendekatkan satu sama lain, terlebih dalam semangat menjadikan dunia satu keluarga.
Perjalanan berlanjut ke hari kedua
Setelah makan malam di Padang Panjang, kami melanjutkan perjalanan ke kota Padang untuk beristirahat dan melanjutkan perjalanan Napak Tilas di wilayah kota Padang dan sekitarnya.