PESTA ST. YAKOBUS RASUL
Bacaan I: 2 Korintus 4:7-15; Mazmur: 126:1-2ab.2d-3.4-5.6; Bacaan Injil: Matius 20:20-28
Pesta S. Yakobus Rasul
Pemimpin yang Melayani
Bacaan I: 2 Korintus 4:7-15; Mazmur: 126:1-2ab.2d-3.4-5.6; Bacaan Injil: Matius 20:20-28
Pesta S. Yakobus Rasul
Pemimpin yang Melayani
Bacaan I: Kebijaksanaan 12:13.16-19; Mazmur: 86:5-6.9-10.15-16a; Bacaan II: Roma 8:26-27; Bacaan Injil: Matius 13:24-43
HARI MINGGU BIASA XVI
Menjadi Ilalang atau Gandum
Bacaan I: Zakharia 9.9-10; Mazmur: 145:1-2.8-9.10-11.13cd-14; Bacaan II: Roma 8:9.11-13; Bacaan Injil: Matius 11:25-30
HARI MINGGU BIASA XIV
Menjadi Rendah Hati Seperti Yesus
Bacaan I: Keluaran 19::2-6a; Mazmur: 100:2.3.5; Bacaan II: Roma 5:6-11; Bacaan Injil: Matius 9:36-10:8
HARI MINGGU BIASA XI
Panggilan Para Rasul adalah Panggilan Kita Semua
Bacaan I: Ulangan 8:2-3.14b-16a; Mazmur: 147:12-13.14-15.19-20;R:12a; Bacaan II: 1 Kor 10:16-17; Bacaan Injil: Yoh 6:51-58
HARI RAYA TUBUH DAN DARAH KRISTUS
Tubuh-Ku benar-benar makanan, Darah-Ku benar-benar minuman
Bacaan I: Keluaran 34:4b-6,8-9; Mazmur: Daniel 3:52, 53, 54, 55, 56; Bacaan II: 2 Korintus 13:11-13; Bacaan Injil: Yoh 3:16-18
HARI RAYA TRITUNGGAL MAHA KUDUS
Relasi Keselamatan Iman Kristiani
Hari Tri Tunggal Maha Kudus
Minggu ini kita merayakan hari raya Tri Tunggal Mahakudus, melalui pesta ini kita diundang untuk percaya bahwa Allah adalah satu tetapi tiga kepribadian. Walaupun kita tidak bisa paham misteri Tri Tunggal Mahakudus tetapi tetap percaya bahwa Allah adalah Bapa yang Mahabaik, melalui pesta ini kita harus memperbahaui gambaran yang benar tentang Allah.
Dalam hal ini bacaan pertama dari kitab keluaran bisa membantu kita karena Allah memperkenalkan diri kepada musa ”Tuhan adalah Allah yang penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia-Nya”. Dalam injil Yesus juga mewartakan bahwa Allah adalah Bapa yang maha baik, yang selalu mau mendengarkan doa kita, mau mengampuni kita, mau peluk kita dan bahagia kalau kita kembali kepada-Nya. Gambaran yang benar tentang Allah yang telah kita terima dari sabda Allah, harus mendorong kita untuk lebih dekat dengan Allah, lebih peduli dengan doa kita, lebih memperhatikan hidup rohani kita dan juga lebih memperhatikan sesama kita.
Sering kali umat malas ke gereja, malas berdoa, tidak peduli dengan kegiatan gereja dan kurang perhatian kepada sesama, menurut saya semua itu bisa terjadi karena mereka tidak mempunyai gambaran yang benar tentang Allah. Karena kalau kita benar-benar percaya bahwa Allah kita adalah Allah yang Mahabaik dan Penyayang pasti kita mau berjumpa dengan Dia karena kita akan diberkati, dikuatkan, diampuni dan diberikan semua berkat yang baik untuk kita.
Oleh karena itu kita harus memeriksa dan bertanya kepada diri sendiri, bagaimana hubungan saya dengan Allah .
Apakah saya ada waktu setiap hari untuk bersyukur dan berterima kasih kepada Allah atas berkat-Nya yang telah Ia berikan?
Apakah saya ada waktu untuk hening dan menikmati cinta dan pelukan dari Dia yang megasihi saya?
Apakah saya menyediakan waktu untuk merenungkan sabdaNya yang akan menguatkan iman saya dalam kehidupan sehari-hari?
Pesta Tri Tunggal Mahakudus menjadi inspirasai juga untuk setiap keluarga dan komunitas religius, kalau hidup bersama berarti harus hidup dalam kasih, dalam damai seperti Allah kita, dengan kata lain menikmati hidup bersama yang kita jalankan setiap hari.
Seperti kata St. Agustinus “jika ada melihat kasih, anda melihat Tri Tunggal.” Keluarga kita dan komunitas kita harus mencerminkan Tri Tunggal Mahakudus.
Apakah hidup dalam keluarga anda menjadi tempat yang membahagiakan anda dan menguatkan anda dalam situasi apapun yang anda hadapi?
Apakah keluarga anda menjadi tempat dimana anda merasa dicintai, diterima, dipercaya dan juga dimana anda dapat mencintai , menerima dan percaya kepada yang lain?
Apakah komunitas anda menjadi tempat dimana anda merasa bahagia, dicintai, diterima dan dipercaya dan tempat dimana anda belajar untuk mencintai, melayani dan mengampuni?
Dalam bacaan Injil, Allah mengutus Yesus untuk menyelamatkan manusia dan berikan hidup yang kekal kepada semua orang yang percaya kepada-Nya. Itu berarti bahwa Ia sangat peduli dengan keselamatan kita. Apakah saya juga peduli dengan keselamatan saya dan keselamatan orang lain?
Inisiatif dari Allah harus menggembirakan hidup kita, karena kalau Ia peduli dengan keselamatan kita, kenapa kita tidak menghargai dan mempergunakan bantuanNya untuk diselamatkan. Karena kita mau bahagia bersama Dia di dunia ini dan harapan kita adalah memperoleh hidup yang kekal yang dijanjikan kepada semua orang yang percaya kepadaNya dan bersama semua orang Kudus menikmati kemuliaanNya di surga untuk selama-lamanya.
P. Manuel, SX
Bacaan I: Kis 1:12-14; Mazmur: 27:1.4.7-8a; Bacaan II: 1 Petrus 4:13-16; Bacaan Injil: Yoh 17:1-11a
HARI RAYA PENTAKOSTA
Roh Kudus Mendampingi Kita untuk Berkarya
Hari Raya Pentakosta
Kisah Para Rasul 2:1–11 | 1 Korintus 12:3b–7.12–13 | Yohanes 20:19–23
Pentakosta sering disebut sebagai hari lahirnya Gereja. Tetapi kalau kita masuk lebih dalam ke dalam bacaan-bacaan hari ini, kita akan menemukan sesuatu yang lebih dari sekadar “awal”. Pentakosta adalah perubahan besar: dari takut menjadi berani, dari tertutup menjadi terbuka, dari tercerai-berai menjadi satu.
1. Dari pintu tertutup menjadi hati yang terbuka
Dalam Injil, para murid berkumpul dengan pintu terkunci. Mereka takut; takut ditangkap, takut ditolak, takut masa depan mereka hancur. Dan di tengah ketakutan itu, Yesus datang dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu.” Yesus datang justru saat mereka masih takut. Lalu Ia melakukan sesuatu yang sangat berarti: Ia menghembusi mereka dan berkata, “Terimalah Roh Kudus.” Ini bukan sekadar simbol melainkan penciptaan baru. Seperti Allah menghembuskan napas kehidupan pada manusia di awal, sekarang Yesus menghembuskan hidup baru bagi Gereja. Artinya: iman kita tidak dibangun di atas keberanian kita, tetapi di atas Roh Kudus yang bekerja dalam kita.
2. Roh Kudus mengubah ketakutan menjadi keberanian
Dalam Kisah Para Rasul, perubahan itu langsung terlihat. Para murid yang tadinya bersembunyi, sekarang berdiri dan berbicara di depan umum. Yang tadinya takut, sekarang berani bersaksi. Apa yang berubah? Bukan situasi mereka, dunia tetap sama. Tetapi hati mereka diubah oleh Roh Kudus.
Roh Kudus tidak selalu menghilangkan masalah, tetapi Ia memberi kita kekuatan untuk menghadapinya. Itulah sebabnya orang banyak heran: mereka mendengar para rasul berbicara dalam berbagai bahasa. Ini bukan hanya soal mukjizat bahasa. Ini tanda bahwa Roh Kudus membuat Injil dapat dimengerti oleh semua orang. Cinta Tuhan tidak eksklusif. Ia menembus batas bahasa, budaya, dan perbedaan.
3. Banyak karunia, satu Roh
Dalam surat kepada jemaat Korintus, Santo Paulus mengingatkan: ada banyak karunia, tetapi satu Roh. Ada banyak anggota, tetapi satu tubuh. Ini sangat relevan bagi kita. Sering kali kita merasa: “Saya tidak bisa apa-apa” “Saya tidak sepenting yang lain” atau sebaliknya: merasa diri paling benar. Tetapi Roh Kudus bekerja justru dalam keberagaman itu. Tidak semua orang harus menjadi sama. tetapi semua dipanggil untuk berkontribusi. Gereja bukan kumpulan orang hebat, tetapi tubuh di mana setiap bagian punya peran. Dan yang menyatukan bukan kesamaan, tetapi Roh Kudus itu sendiri.
4. Roh Kudus memberi misi: mengampuni dan mengutus
Dalam Injil, setelah memberi Roh Kudus, Yesus langsung memberi tugas: “Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” Artinya, Roh Kudus tidak diberikan untuk disimpan, tetapi untuk dihidupi dan dibagikan. Dan tugas pertama yang disebut adalah: mengampuni. Ini menarik, bukan mukjizat besar, bukan hal spektakuler, tetapi pengampunan. Karena di situlah dunia paling membutuhkan Roh Kudus. Mengampuni itu sulit. Tetapi justru di situlah Roh Kudus bekerja paling nyata.
Pentakosta bukan hanya peristiwa yang terjadi 2000 tahun lalu. Pentakosta adalah undangan untuk kita hari ini. Saat kita takut, Roh Kudus memberi keberanian. Saat kita tertutup, Roh Kudus membuka hati. Saat kita berbeda, Roh Kudus mempersatukan. Saat kita lemah Roh Kudus menguatkan.
Selamat Hari Raya Pentakosta!
Come and join us!
© 2025 Serikat Misionaris Xaverian. All Rights Reserved. Published by www.asain.co.id